LAMPUNG – Wilayah selatan Banten kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat, 18 September 2026, pukul 21.36 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat magnitudo gempa sebesar 5,2, dengan episenter berada di laut pada koordinat 8,64 derajat Lintang Selatan dan 105,74 derajat Bujur Timur, sekitar 198 kilometer barat daya Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Kedalaman pusat gempa tercatat 10 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa ini melanjutkan rentetan aktivitas seismik di kawasan selatan Banten yang sudah berlangsung sejak Juli. Pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari, gempa dengan magnitudo 5,3 mengguncang Selat Sunda, berpusat di laut 62 kilometer barat daya Sumur, Banten, pada kedalaman 43 kilometer. Guncangan saat itu dirasakan hingga skala IV MMI di Sumur, cukup kuat untuk dirasakan banyak orang di dalam rumah dan membuat gerabah pecah serta jendela berderik.
Rentetan berlanjut pada Senin, 14 September 2026 sore, ketika wilayah selatan Bayah diguncang gempa lebih besar, magnitudo 5,5 hingga 5,6, pada kedalaman 31 kilometer dan jarak episenter 191 kilometer barat daya Bayah. BMKG menyebut gempa itu bertipe dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan mendatar naik, dan getarannya sempat dirasakan hingga wilayah Pandeglang dengan intensitas skala II MMI.
Rangkaian gempa di selatan Jawa dan Banten sejak Juli ini menegaskan aktifnya zona subduksi di kawasan tersebut, meski hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa dari satu pun kejadian. Meski episenternya berada jauh di laut lepas pantai selatan Jawa, guncangan gempa Bayah 18 September ini tidak dirasakan warga di Telukbetung, Bandar Lampung. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta terus memantau informasi resmi seiring berlanjutnya aktivitas seismik di wilayah ini.(IWA)
