Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan masyarakat Minang telah menjadi bagian penting pembangunan dan penggerak ekonomi Lampung melalui perdagangan, usaha, dan kolaborasi sosial.
BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa masyarakat Minang bukan sekadar komunitas perantau yang tinggal di Lampung. Mereka telah menjadi bagian dari sejarah panjang pembangunan daerah dan turut membentuk kekuatan ekonomi Provinsi Lampung hingga hari ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/6/2026).
Menurut Mirza, keberhasilan Lampung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera tidak terlepas dari kontribusi berbagai kelompok masyarakat yang datang, menetap, bekerja, dan membangun kehidupan di daerah ini selama puluhan tahun.
Salah satunya adalah masyarakat Minang yang selama ini dikenal aktif di sektor perdagangan, usaha, dan ekonomi kerakyatan.
“Teman-teman dari Minang bukan warga baru di Provinsi Lampung. Mereka sudah puluhan bahkan ratusan tahun menjadi bagian dari masyarakat Lampung. Siapa pun yang hidup dan membangun di Lampung adalah bagian dari keluarga besar Lampung,” ujar Mirza.
Menurutnya, kekuatan Lampung sejak lama terletak pada kemampuannya menjadi ruang pertemuan berbagai budaya, suku, dan latar belakang masyarakat yang kemudian tumbuh bersama membangun daerah.
Karena itu, keberagaman bukan hanya menjadi identitas sosial Lampung, tetapi juga menjadi modal pembangunan.
Penggerak Ekonomi Daerah
Mirza menilai kontribusi masyarakat Minang sangat terasa dalam aktivitas ekonomi daerah, terutama pada sektor perdagangan, distribusi, usaha mikro, hingga pengembangan sektor jasa.
Di berbagai pusat perdagangan Lampung, kehadiran pelaku usaha Minang menjadi bagian penting dalam menjaga dinamika ekonomi lokal sekaligus memperkuat jaringan perdagangan antardaerah.
“Rekan-rekan Minang telah banyak memberikan kontribusi bagi perekonomian Lampung. Kehadiran mereka di berbagai pasar dan sektor usaha menjadi salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Lampung yang saat ini tengah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor perdagangan, hilirisasi komoditas pertanian, serta perluasan investasi.
Menurut Mirza, keberhasilan agenda pembangunan tersebut tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
Lampung sebagai Rumah Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga mengajak Ikatan Keluarga Minang untuk terlibat lebih aktif dalam berbagai program pembangunan daerah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan komunitas masyarakat dapat diperkuat, terutama pada sektor pertanian, perdagangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin seluruh elemen masyarakat terintegrasi dengan program pembangunan daerah. Banyak agenda pembangunan yang membutuhkan dukungan masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Mirza juga menyatakan Pemerintah Provinsi Lampung terbuka untuk mendukung kebutuhan organisasi masyarakat, termasuk aspirasi terkait pembangunan sekretariat DPW IKM Lampung sepanjang memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
Siap Bersinergi Bangun Lampung
Sementara itu Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Lampung serta berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus diperkuat.
Menurutnya, IKM siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Hal senada disampaikan Ketua DPW IKM Lampung Jamaril Akbar yang menegaskan komitmen masyarakat Minang untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Masyarakat Minang adalah bagian dari Lampung dan akan terus ikut membangun kemajuan daerah ini,” ujarnya.
Di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Lampung, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi organisasi. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah selalu lahir dari kolaborasi banyak pihak.
Lampung tumbuh bukan hanya karena sumber daya yang dimilikinya, tetapi juga karena kemampuan masyarakatnya untuk hidup berdampingan, bekerja sama, dan membangun masa depan bersama.(IWA)
