Di Kota Baru, sebuah sekolah sedang dibangun. Bukan sekadar gedung, tapi peluang yang lama ditunggu.
@Iwa Perkasa
Di hamparan lahan Kota Baru, Lampung Selatan, bangunan itu belum sepenuhnya selesai.
Tiang-tiang berdiri, sebagian ruang mulai terbentuk, dan alat berat masih bekerja. Namun di balik konstruksi yang belum rampung, ada satu hal yang sedang disiapkan, yaitu akses pendidikan, yang selama ini tidak selalu mudah dijangkau semua anak.
Rabu (29/04/2026) siang itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan datang meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung. Ia tidak sendiri, sejumlah OPD ikut untuk memastikan ketika bangunan ini selesai benar-benar siap digunakan.
“Kami pastikan fasilitas pendukung seperti jalan dan penerangan sudah siap saat operasional,” ujarnya.
Sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru. Waktunya tidak panjang. Progres fisik baru menyentuh sekitar 38 persen, dengan target rampung pada pekan ketiga Juni.
Ambisius, tapi diperlukan. Karena Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik.
Ia adalah bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada di pinggir sistem.
Di atas lahan 9,5 hektare, sekolah ini dirancang menampung 1.080 siswa. Terdiri dari 36 ruang kelas, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitasnya tidak hanya ruang belajar, tetapi juga asrama, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga.
Modelnya terintegrasi. Siswa tidak hanya belajar, tetapi juga tinggal dan tumbuh dalam satu ekosistem pendidikan.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pembangunan 104 sekolah permanen di berbagai daerah atas arahan Prabowo Subianto. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, sementara konstruksi dikerjakan pemerintah pusat melalui APBN.
Artinya, ini bukan proyek daerah semata. Ia adalah bagian dari desain besar, memperluas akses, memperkecil kesenjangan.
Namun seperti banyak proyek publik lainnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh selesainya bangunan. Yang lebih penting adalah bagaimana ia digunakan.
Apakah benar menjangkau yang membutuhkan? Apakah kualitas pendidikan bisa terjaga? Dan apakah fasilitas yang dibangun mampu menjadi ruang tumbuh, bukan sekadar ruang belajar?
Di Kota Baru, waktu terus berjalan menuju Juni. Bangunan akan selesai. Fasilitas akan dilengkapi. Tapi di balik itu, ada harapan yang lebih besar, bahwa sekolah ini tidak hanya berdiri, tetapi benar-benar membuka jalan. Bagi anak-anak yang selama ini menunggu kesempatan yang sama.
sekolah rakyat lampung, kota baru lampung selatan, pendidikan lampung 2026, program sekolah rakyat, akses pendidikan daerah
