BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat nasionalisme, kebersamaan, dan persatuan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk respons cepat atas arahan pemerintah pusat agar momentum olahraga dunia dimanfaatkan sebagai sarana membangun kohesi sosial.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.14.1.1/3823/SJ tentang Dukungan terhadap Tim Nasional Sepak Bola Indonesia pada FIFA World Cup 2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.
Dalam surat edaran itu, Menteri Dalam Negeri mengimbau pemerintah daerah memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya penyelenggaraan nonton bersama (nobar) secara tertib, aman, dan melibatkan masyarakat luas.
Pemprov Lampung menjadi salah satu daerah yang merespons cepat arahan tersebut. Melalui kegiatan nobar yang dipusatkan di Mahan Agung, masyarakat diajak menyaksikan perjuangan Tim Nasional Indonesia sekaligus mempererat rasa persatuan lintas usia, profesi, dan latar belakang.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan.
Menurutnya, semangat mendukung Timnas Indonesia bukan sekadar persoalan pertandingan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme masyarakat.
“Ketika seluruh masyarakat bersatu memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia, sesungguhnya kita sedang memperkuat persatuan bangsa. Inilah semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan nobar ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak masyarakat menjadikan nobar sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah menumbuhkan semangat kebangsaan.
Ia berharap masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan tertib, menjunjung sportivitas, serta terus memberikan dukungan positif kepada Timnas Indonesia.
Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan nobar juga diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan penonton berpotensi meningkatkan transaksi pelaku UMKM yang turut meramaikan lokasi kegiatan.
Dengan menggabungkan semangat olahraga, nasionalisme, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Pemprov Lampung berharap kegiatan nobar Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tontonan bersama, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Lampung menunjukkan komitmennya menjalankan arahan pemerintah pusat secara adaptif dan produktif, menjadikan sepak bola sebagai media memperkuat persatuan, kebanggaan nasional, sekaligus menghidupkan ruang publik yang inklusif.
Terlepas dari alasan itu, Nomics menilai gelaran nobar wujud kegembiraan bersama semua pihak yang “menggilai” sepak bola.
(iwa)
