BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinkronisasi program dengan BKKBN guna mempercepat penurunan stunting dan pembangunan keluarga berkualitas.
Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan lima inisiatif strategis BKKBN, Genting, Tamasya, GATI, Sidaya, dan pengembangan AI Super Apps keluarga, harus terintegrasi dengan kebijakan daerah agar efektif hingga level kabupaten/kota.
Menurutnya, isu stunting, kesehatan ibu, keluarga berencana, hingga kualitas keluarga merupakan irisan langsung antara program pusat dan daerah. Karena itu, kunci percepatan terletak pada kolaborasi dan keselarasan implementasi lintas sektor.
Pemprov Lampung juga mendorong penguatan koordinasi agar program tepat sasaran dan berdampak nyata. Sinergi berkelanjutan dengan BKKBN diposisikan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, BKKBN mengapresiasi capaian Lampung dalam penurunan stunting dan ketahanan keluarga, serta menekankan pentingnya Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai acuan integrasi kebijakan kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.(iwa)
