Lampung Siapkan 5 Kawasan Industri, Percepat Hilirisasi Pertanian

Dorongan hilirisasi pertanian dari pemerintah pusat mulai diterjemahkan di daerah. Lampung menyiapkan lima kawasan industri untuk mengunci nilai tambah komoditas yang selama ini sebagian besar masih dijual mentah.

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan lima kawasan industri untuk mempercepat hilirisasi komoditas pertanian, seiring arahan Prabowo Subianto yang memperluas hilirisasi ke sektor pangan dan perikanan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Kawasan Industri Way Kanan menjadi prioritas dan ditargetkan mulai dikembangkan pada 2027 karena telah memiliki anchor tenant atau penggerak awal sebuah kawasan industri, pusat bisnis, atau proyek properti.

“Way Kanan lebih siap karena ekosistem awal sudah terbentuk, sehingga bisa lebih cepat berjalan,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).

Selain Way Kanan, empat kawasan lain disiapkan, yakni kawasan industri maritim di Tanggamus, kawasan industri Tanjung Bintang, kawasan berbasis migas dan petrokimia di Katibung, serta kawasan industri Rejosari di Lampung Selatan dan Pesawaran. Sejumlah proyek masih dalam tahap studi kelayakan, sementara sebagian mulai menarik minat investor.

Pengembangan kawasan industri ini diarahkan untuk mengunci nilai tambah komoditas lokal. Dari potensi sekitar Rp150 triliun, baru sekitar Rp30 triliun yang masuk ke proses hilirisasi. Kontribusi industri terhadap PDRB Lampung juga masih terbatas, sekitar 18 persen.

Di tingkat nasional, pemerintah mempercepat program hilirisasi di berbagai wilayah. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan rencana pengembangan hilirisasi di 13 lokasi.

Presiden menegaskan, hilirisasi tidak lagi bertumpu pada energi dan mineral, tetapi diperluas ke pertanian dan perikanan untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi.

Dengan dukungan kawasan industri dan infrastruktur pelabuhan, Lampung diarahkan bertransformasi dari daerah penghasil komoditas menjadi basis industri berbasis pertanian.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *