Lampung Gas SDM, Kejar Bonus Demografi

Bonus demografi sudah di depan mata. Pertanyaannya, siap atau justru kewalahan?

@Iwa Perkasa

BANDARLAMPUNG — Lampung tak ingin kehilangan momentum. Di tengah peluang besar menuju 2045, pemerintah daerah mulai mengencangkan fokus membangun manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi utama pertumbuhan.

Komitmen itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Rakorda Program Bangga Kencana 2026 di Bandarlampung, Selasa (28/4/2026).

“Pembangunan SDM adalah kunci percepatan pembangunan sekaligus daya saing daerah,” tegasnya.

Lampung sedang berada di fase krusial. Puncak bonus demografi diproyeksikan terjadi pada 2035, momen ketika usia produktif mendominasi. Peluang ini bisa mendorong ekonomi melesat, tapi juga bisa berubah menjadi beban jika kualitas SDM tertinggal.

“Tanpa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan, bonus demografi bisa jadi masalah,” kata Marindo Kurniawan.

Secara capaian, tren Lampung menguat.

Kemiskinan turun ke 9,66% (2025), dari 10,62% (2024). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke 73,98. Namun angka-angka ini belum cukup jika tidak diikuti lompatan kualitas generasi.

Di sinilah keluarga menjadi kunci.

Dengan sekitar 2,7 juta keluarga, Pemprov mendorong integrasi program berbasis keluarga, mulai dari perencanaan, penguatan lintas sektor hingga desa, sampai pengelolaan data yang lebih presisi.

“Data keluarga yang akurat menentukan tepat tidaknya intervensi,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan nasional, arah ini selaras dengan transformasi BKKBN sebagai penggerak kebijakan, integrator lintas sektor, dan penyedia data berbasis keluarga.

Plt Deputi BKKBN, Wahyuniati, menekankan pentingnya intervensi sejak awal kehidupan.

“Fokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam 1.000 hari pertama menjadi kunci kualitas generasi,” ujarnya.

Meski capaian positif terlihat, termasuk realisasi program dan dukungan anggaran, tantangan belum selesai. Angka kelahiran total, kelahiran remaja, hingga usia kawin pertama masih perlu ditekan.

Kepala Perwakilan BKKBN Lampung, Soetriningsih, menegaskan Rakorda ini bukan sekadar evaluasi, tapi percepatan. “Kita ingin memastikan intervensi benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Pesannya jelas, Lampung tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi kualitas manusia di baliknya.

Karena , Indonesia Emas 2045 tidak ditentukan oleh angka semata, melainkan oleh kualitas keluarga yang membentuk generasi.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *