Enam Pejabat Eselon II Lampung Dilantik, Dua Langsung Diuji Turunkan NTP

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melantik enam pejabat Eselon II pada Senin (4/5/2026), di tengah tekanan ekonomi sektor riil yang belum mereda. Pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili gubernur, berdasarkan dua Surat Keputusan Gubernur.

Tiga pejabat adalah hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, yakni Tony Ferdinansyah sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Desti Arisandi sebagai Kepala Dinas Perkebunan, serta Asrul Tristianto sebagai Kepala Biro Perekonomian.

Rotasi juga menyentuh posisi strategis lain. Bani Ispriyanto kini memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan, menggantikan Liza Derni yang bergeser menjadi Staf Ahli Gubernur. Sementara itu, jabatan Kepala BPKAD diisi Mirza Irawan Dwi Atmaja.

Namun, ukuran keberhasilan pelantikan ini tidak berhenti pada proses seleksi atau rotasi jabatan. Ujian sesungguhnya ada pada kemampuan menjawab tekanan ekonomi yang sedang berlangsung, terutama pada Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung yang terus melemah sejak awal tahun.

Penurunan NTP selama empat bulan beruntun menunjukkan masalah yang lebih dalam dari sekadar fluktuasi musiman, ditandai biaya produksi yang meningkat tidak diimbangi harga jual hasil pertanian. Artinya, petani tidak hanya kehilangan margin, tetapi juga daya tahan ekonomi.

Dalam situasi ini, Desti Arisandi dan Bani Ispriyanto menjadi dua figur kunci. Keduanya langsung berhadapan dengan sektor yang paling terdampak, perkebunan serta kelautan dan perikanan, yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi Lampung.

Pertanyaannya sederhana, “Apakah rotasi ini mampu mengubah arah, atau hanya mengganti aktor dalam pola lama?

Jawabannya tidak akan datang dari pidato pelantikan, melainkan dari data bulan berikutnya. Jika NTP masih turun pada Mei, maka publik beralasan melihat rotasi ini sebagai langkah administratif. Namun jika mulai berbalik naik, di situlah legitimasi kebijakan benar-benar diuji, dan dibuktikan.(IWA)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *