Angin segar datang bagi jutaan pengemudi ojek online—potongan aplikator dipangkas, perlindungan kerja diperkuat. Pengemudi ojek online akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, akses BPJS Kesehatan, serta perlindungan sosial lainnya
@Iwa Perkasa
Pemerintah mulai merealisasikan janji besar untuk pengemudi ojek online. Melalui langkah strategis, potongan aplikator akan ditekan menjadi hanya 8 persen, membuka ruang peningkatan pendapatan sekaligus perlindungan yang lebih layak bagi para driver di seluruh Indonesia.
Kabar baik ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyebut pemerintah melalui Danantara telah mengambil langkah konkret dengan masuk sebagai pemegang saham di perusahaan aplikator ojek online.
Langkah ini bukan tanpa tujuan. Intervensi tersebut diarahkan untuk memastikan kebijakan penurunan potongan benar-benar berjalan dan berpihak kepada pengemudi.
“Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator dan mengambil bagian saham,” ujar Dasco saat menerima audiensi buruh dalam peringatan Hari Buruh, Jumat (1/5/2026).
Dengan skema ini, potongan yang sebelumnya berada di kisaran 10-20 persen akan ditekan menjadi hanya 8 persen. Artinya, porsi pendapatan yang diterima pengemudi akan meningkat signifikan.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan perlunya keadilan bagi para pekerja transportasi daring.
Dalam pernyataannya pada peringatan May Day 2026, Prabowo menyebut bahwa pengemudi ojol selama ini menanggung beban potongan yang terlalu besar. Karena itu, pemerintah menetapkan batas maksimal baru yang jauh lebih rendah.
Hasilnya langsung terasa. Jika sebelumnya pengemudi hanya menerima sekitar 80 persen dari pendapatan, kini mereka berpeluang membawa pulang minimal 92 persen.
Tidak hanya soal pendapatan, perlindungan juga ikut diperkuat. Melalui kebijakan terbaru, pemerintah memastikan pengemudi ojek online akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, akses BPJS Kesehatan, serta perlindungan sosial lainnya. Ini menjadi langkah penting mengingat risiko tinggi yang dihadapi pengemudi di jalan setiap hari.
Meski demikian, pembahasan mengenai status pengemudi, apakah tetap sebagai mitra atau menjadi pekerja formal, masih dalam tahap simulasi. Pemerintah tengah mencari formulasi terbaik agar kebijakan yang diambil tetap memberikan fleksibilitas sekaligus perlindungan.
Dengan potongan yang lebih rendah, pendapatan yang meningkat, serta perlindungan yang lebih kuat, kebijakan ini menjadi salah satu kabar paling menggembirakan bagi ekosistem transportasi online dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi jutaan pengemudi, ini bukan sekadar perubahan angka, tetapi peluang untuk hidup yang lebih layak.
