Usulan e-RDKK Pupuk Bersubsidi Lampung 2026 Menyusut

Bandar Lampung — Jumlah petani dan usulan pupuk bersubsidi dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) Provinsi Lampung tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun 2025.

Berdasarkan data update eRDKK 2026 per 26 April 2026, jumlah petani tercatat sebanyak 743.869 orang. Angka itu turun 36.154 petani dibanding eRDKK 2025 yang mencapai 780.023 petani.

Penurunan juga terjadi pada hampir seluruh jenis pupuk bersubsidi yang diusulkan petani.

Total usulan pupuk urea pada eRDKK 2026 tercatat sebesar 345.945.574 kilogram atau turun 102.721.617 kilogram dibanding 2025 yang mencapai 448.667.191 kilogram.

Sementara usulan pupuk NPK turun dari 723.975.625 kilogram menjadi 571.829.606 kilogram, atau berkurang 152.146.019 kilogram.

Untuk pupuk organik, usulan turun dari 34.198.708 kilogram menjadi 19.137.975 kilogram. Penurunan juga terjadi pada NPK kakao/farmers card yang turun dari 16.864.994 kilogram menjadi 12.945.489 kilogram.

Di sisi lain, usulan pupuk ZA justru mengalami kenaikan. Pada eRDKK 2026, usulan ZA tercatat sebesar 454.514 kilogram, naik dibanding 2025 yang hanya 107.684 kilogram.

Secara persentase, total jumlah petani eRDKK 2026 mencapai 95,36 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan usulan pupuk urea hanya mencapai 77,10 persen dari realisasi eRDKK 2025. Untuk pupuk NPK berada di angka 78,98 persen, NPK kakao 76,75 persen, dan pupuk organik hanya 55,96 persen.

Beberapa daerah mengalami penurunan cukup besar pada usulan pupuk dan jumlah petani.

Lampung Tengah misalnya, jumlah petani turun 14.018 orang dengan penurunan usulan urea mencapai 36,7 juta kilogram dan NPK turun 45,8 juta kilogram.

Lampung Timur juga mengalami penurunan signifikan dengan jumlah petani berkurang 12.555 orang. Usulan pupuk urea turun 30,5 juta kilogram dan NPK turun hampir 39,8 juta kilogram.

Lampung Selatan mencatat penurunan 6.525 petani dengan pengurangan usulan urea sebesar 15,8 juta kilogram.

Namun tidak semua daerah mengalami penurunan. Tulang Bawang justru mencatat kenaikan jumlah petani sebanyak 201 orang. Usulan pupuk urea naik 1,26 juta kilogram dan NPK naik 3,21 juta kilogram.

Tulang Bawang Barat juga mengalami kenaikan jumlah petani cukup signifikan, yakni bertambah 5.283 orang dibanding tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan adanya perubahan kebutuhan pupuk bersubsidi dan basis petani yang masuk dalam eRDKK Lampung 2026.

Update eRDKK 2026 sendiri dilakukan pada 12 hingga 20 Januari 2026 selama sembilan hari, sedangkan update eRDKK 2025 dilakukan pada 6 hingga 11 Oktober 2025 selama enam hari.

Perubahan data eRDKK menjadi penting karena menjadi dasar penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani di daerah.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *