JAKARTA – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mendorong pembangunan desa yang berdampak pada kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Pembahasan ini berlangsung dalam rapat kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Desa PDT Yandri Susanto di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Fokus utama pertemuan adalah menyinkronkan Program Desaku Maju milik Pemprov Lampung dengan berbagai program pembangunan desa dari Kemendes PDT, agar potensi tiap desa bisa dikembangkan secara terintegrasi dan memberi nilai tambah nyata bagi warganya.
Gubernur Mirza menyambut baik program-program yang ditawarkan, dan menilai banyak peluang kolaborasi dengan desa-desa di Lampung. Ia menyebut fokus pembangunan berbasis desa di era Presiden Prabowo sejalan dengan geliat ekonomi desa yang menurutnya sudah tumbuh baik, dan berharap program tersebut bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Yandri Susanto menyoroti potensi desa wisata Lampung yang menurutnya sudah unggul dari sisi alam, namun perlu dilengkapi elemen pendukung seperti kuliner, spot foto, akomodasi, dan akses internet agar wisatawan tak hanya datang sekali, tapi juga merekomendasikannya ke orang lain. Konsep ini juga bagian dari desa tematik, salah satu dari 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia, yang menyasar potensi ekonomi sekaligus kualitas sumber daya manusia desa, termasuk lewat program pemagangan dan kerja pemuda desa di Jepang.
Melalui sinergi ini, Pemprov Lampung berharap pembangunan desa dapat berjalan lebih terintegrasi, baik dari sisi ekonomi lokal, pengembangan SDM, maupun penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat desa.(IWA)
