BANDARLAMPUNG – Indeks Harga Produsen (IHP) pada triwulan I-2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,70 persen secara triwulanan (q-to-q) dibandingkan triwulan IV-2025. Secara tahunan (y-on-y), IHP meningkat sebesar 3,15 persen.
Perkembangan ini menunjukkan adanya kenaikan harga di tingkat produsen pada berbagai sektor ekonomi.
Seluruh sektor utama dalam penghitungan IHP tercatat mengalami kenaikan harga pada triwulan I-2026.
Sektor pertambangan dan penggalian mencatat kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 7,46 persen (q-to-q) dan 6,44 persen (y-on-y), yang terutama didorong oleh kenaikan pada subsektor minyak, gas, dan bijih logam.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat sebesar 1,02 persen (q-to-q) dan 3,25 persen (y-on-y). Sementara itu, sektor industri pengolahan mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen (q-to-q) dan 2,76 persen (y-on-y).
Pada sektor transportasi dan pergudangan, IHP meningkat sebesar 1,47 persen (q-to-q) dan 3,42 persen (y-on-y). Sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang tercatat naik sebesar 2,52 persen (q-to-q) dan 3,85 persen (y-on-y).
Selain itu, sektor listrik dan gas, akomodasi dan makan minum, pendidikan, serta kesehatan juga mengalami peningkatan harga pada periode yang sama.
Secara keseluruhan, perkembangan IHP triwulan I-2026 mencerminkan adanya peningkatan harga pada tingkat produsen di berbagai sektor ekonomi.(IWA)
