Prabowo-El-Sisi Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Kopi Lampung Berpeluang Perluas Pasar Mesir

Prabowo dan El-Sisi memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-Mesir. Ekspor kopi robusta Lampung yang sudah berjalan membuka peluang perluasan pasar.

JAKARTA – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk memperkuat hubungan bilateral, mulai dari perdagangan, investasi, industri pertahanan, hingga kerja sama kelautan dan perikanan.

Salah satu agenda penting yang dibahas kedua kepala negara adalah penguatan akses pasar melalui pembentukan economic partnership agreement atau perjanjian kemitraan ekonomi. Kesepakatan tersebut diharapkan membuka peluang investasi, memperlancar arus perdagangan, serta mengurangi hambatan tarif dan nontarif bagi pelaku usaha kedua negara.

Momentum ini juga relevan bagi Lampung. Provinsi yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta Indonesia tersebut telah memiliki rekam jejak ekspor ke Mesir. Artinya, peluang yang terbuka bukan sekadar penjajakan pasar baru, melainkan juga pengembangan hubungan dagang yang sudah berjalan.

Kementerian Perdagangan mencatat, pada 21 Oktober 2025, sebanyak 19,8 ton kopi robusta dilepas untuk diekspor ke Mesir melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. Pengiriman itu menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan kopi Indonesia ke pasar Mesir. Sebelumnya, pada September 2021, ekspor kopi yang berasal dari berbagai wilayah Lampung ke Mesir juga pernah dilepas sebanyak 100 ton.

Pasar Mesir memiliki arti penting bagi perdagangan kopi Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan KBRI Kairo, nilai ekspor kopi Indonesia ke negara tersebut mencapai US$195 juta sepanjang 2025, meningkat 31,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kopi Indonesia menguasai sekitar 42,98 persen pangsa pasar kopi Mesir. Angka tersebut merupakan capaian nasional, bukan nilai ekspor khusus Lampung.

Selain kopi, perdagangan Indonesia-Mesir juga mencakup minyak dan lemak nabati, teh, rempah-rempah, mesin atau peralatan listrik, bahan kimia anorganik, serta aluminium. Secara nasional, nilai ekspor Indonesia ke Mesir mencapai US$1,94 miliar sepanjang 2025, sedangkan impor Indonesia dari Mesir sebesar US$439,8 juta. Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar US$1,50 miliar.

Bagi Lampung, perkembangan hubungan ekonomi kedua negara membuka ruang untuk memperluas pasar kopi robusta sekaligus menjajaki peluang komoditas lain. Namun, realisasi peluang tersebut membutuhkan data permintaan pasar, kepastian kontrak dagang, konsistensi mutu, efisiensi logistik, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan importir.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *