Lampung Kejar Target 3 Juta Rumah, Bedah Rumah Naik 450 Persen

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen penuh mendukung Program Strategis Nasional (PSN) 3 Juta Rumah melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan PSN 3 Juta Rumah di Kantor Gubernur Lampung, Senin (21/9/2026), yang dihadiri jajaran perbankan nasional-daerah serta asosiasi pengembang perumahan (Apersi, REI, Himperra, dan lainnya).

“Kami Pemda Provinsi Lampung mendukung penuh PSN 3 Juta Rumah. Pertemuan ini saya harapkan menjadi ruang untuk menyatukan target dan langkah konkret ke depan antara pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan pemerintah daerah,” ujar Gubernur.

Gubernur mengungkapkan alokasi program bedah rumah Lampung 2026 melonjak 450 persen dibanding 2025 yang hanya 2.394 unit. Sebanyak 9.000 unit telah terverifikasi, sementara 3.434 unit sisanya tengah dirampungkan. Gubernur menargetkan Lampung menjadi salah satu daerah dengan performa penyaluran terbaik secara nasional, dan menekankan bahwa penyelesaian backlog perumahan tidak bisa hanya bertumpu pada bedah rumah. Pengembang dan perbankan harus ikut aktif membangun rumah subsidi baru.

Untuk itu, Gubernur menginstruksikan dinas teknis memangkas hambatan birokrasi perizinan bersama bupati/wali kota se-Lampung, serta meminta perbankan memperluas skema pembiayaan MBR yang terjangkau.

Target Nasional: 13.276 Unit Selesai Desember

Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Rini Dyah Mawarty, menjelaskan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) fokus mengubah rumah tidak layak huni menjadi layak huni bagi MBR, dengan target 13.276 unit rampung Desember mendatang, membutuhkan koordinasi ketat lintas pemerintah daerah. Bank Mandiri digandeng sebagai bank penyalur program di Lampung untuk mempercepat distribusi buku tabungan penerima.

Selain BSPS, Kementerian PKP juga memfasilitasi rumah bersubsidi (FLPP) bersama BP Tapera, perbankan, dan pengembang, dilengkapi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Kredit Program Perumahan (KPP) berbunga rendah.

Secara ekonomi, Rini menyebut program ini berpotensi menyerap sekitar 26.000 tenaga kerja padat karya dari BSPS bedah rumah saja dengan asumsi dua tenaga kerja per rumah, belum termasuk efek berantai ke sektor material bangunan dan logistik.

Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Wilson Lie Simatupang, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan platform satu data perumahan nasional rumah.go.id pada akad massal perumahan 17 Desember 2026 di Jombang, Jawa Timur  dengan Lampung berpotensi menjadi pilot project.

Platform berbasis demand driven ini akan memetakan sebaran kebutuhan rumah FLPP, kebutuhan pasokan material, kuota KPR bank penyalur, hingga data riset bagi pemerintah daerah dan akademisi, mencakup segmen subsidi maupun komersial.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

One Reply to “Lampung Kejar Target 3 Juta Rumah, Bedah Rumah Naik 450 Persen”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *