Anak Krakatau Erupsi Berulang, Lima Letusan Sabtu Dini Hari Disusul Tiga Kali Minggu Siang

Anak Krakatau erupsi tiga kali Minggu siang setelah lima letusan Sabtu dini hari. Status masih Siaga, masyarakat diminta menjauhi radius 5 kilometer.

LAMPUNG SELATAN — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menjadi perhatian. Setelah lima kali erupsi tercatat pada Sabtu dini hari, 17 Oktober 2026, gunung api tersebut kembali meletus tiga kali pada Minggu siang.

Data yang diberitakan ANTARA berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tiga erupsi pada Minggu, masing-masing pukul 11.44 WIB, 12.01 WIB, dan 12.59 WIB. Kolom abu tertinggi mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Erupsi pertama pada Minggu siang mengeluarkan kolom abu hitam tebal yang condong ke utara. Pada erupsi kedua, kolom abu juga berwarna hitam tebal dan mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Erupsi ketiga terjadi pukul 12.59 WIB. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam, dengan intensitas tebal, teramati condong ke timur laut. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi sekitar 36 detik.

Aktivitas berulang itu bukan kali pertama terjadi dalam dua hari terakhir. Pada Sabtu dini hari, PVMBG mencatat lima erupsi dalam rentang pukul 01.31 hingga 02.15 WIB.

Sejumlah letusan tidak teramati secara visual, tetapi terekam melalui instrumen pemantauan. Salah satu erupsi pada pukul 01.47 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi 29 detik.

Sementara itu, laporan pengamatan Sabtu malam, periode pukul 18.00–23.59 WIB, mencatat satu kali tremor menerus dengan amplitudo 1–10 milimeter dan dominan 3 milimeter. Catatan tersebut merupakan aktivitas kegempaan, bukan bukti terjadinya erupsi tambahan pada malam itu.

Dengan demikian, data yang tersedia menunjukkan rangkaian erupsi pada Sabtu dini hari dan Minggu siang, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa Anak Krakatau terus meletus sepanjang Sabtu malam.

Status Siaga, Radius Lima Kilometer Harus Dihindari

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pengunjung tidak mendekati pusat erupsi dalam radius lima kilometer.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan MAGMA Indonesia serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda juga diimbau memperhatikan perkembangan aktivitas gunung api dan kondisi cuaca sebelum melaut. Pemantauan visual dan instrumental terus dilakukan untuk mengikuti perubahan aktivitas serta mendukung langkah mitigasi.

Rangkaian erupsi tersebut menunjukkan aktivitas Anak Krakatau masih perlu diwaspadai. Namun, tingkat ancaman dan perkembangan berikutnya harus merujuk pada hasil pemantauan resmi, bukan semata-mata jumlah letusan yang tercatat.(IWA)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *