KM Virgo Transport 8: Penyelaman Dihentikan, 55 Korban Masih Dicari

NOMICS.ID –: Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan, setelah evaluasi pada hari ke-21 operasi SAR. Keputusan itu diumumkan dalam konferensi pers di Banjarmasin, Sabtu malam (3/10), dengan alasan kondisi jasad korban sudah berubah sehingga pencarian bawah air dinilai tidak lagi efektif.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, struktur kapal berubah setiap hari sejak hari pertama operasi. Beberapa jendela kapal memang sudah dibuka dan bisa dimasuki penyelam, tetapi sejak hari ke-19 tidak ada lagi korban yang ditemukan lewat akses tersebut.

Meski penyelaman dihentikan, operasi SAR tidak ditutup. Pencarian kini difokuskan ke perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, tempat korban mungkin hanyut terbawa arus. Syafii menegaskan masih ada harapan korban yang terjebak di dalam kapal dapat dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga secara terhormat. Waktu pencarian dibuat fleksibel mengikuti kondisi lapangan dan kekuatan personel gabungan.

Menurut data Basarnas hingga pukul 22.00 WITA, 188 dari 243 orang dalam manifes telah ditemukan, terdiri atas 108 selamat dan 80 meninggal dunia. Sebanyak 55 orang masih dicari. Dari korban meninggal, 50 jasad dievakuasi penyelam gabungan dari bangkai kapal. Basarnas juga mengusulkan pengangkatan bangkai kapal (salvage) agar pencarian dan evakuasi lebih mudah, mengingat kapal tenggelam di kedalaman sekitar 29 meter. Sementara itu, tim DVI Polda Kalsel bersama Pusdokkes Polri mempercepat identifikasi korban, dengan 20 jenazah teridentifikasi per 25 September.

KM Virgo Transport 8 adalah kapal penumpang sekaligus kargo jenis roll-on/roll-off (ro-ro), yang memungkinkan kendaraan naik dan turun dengan rodanya sendiri tanpa derek. Kapal sepanjang 119 meter dan berbobot sekitar 4.277 GT ini dibangun di Jepang pada 1987, sehingga berusia 39 tahun saat tenggelam. Di Jepang, kapal dikenal sebagai Ferry Kurushima dan melayani rute Kokura–Matsuyama hingga 30 Juni 2025. Setelah dibeli PT Virgo Karya Shipping pada 2025, yang berkantor di Surabaya dan bertindak sebagai pemilik sekaligus operator, kapal berbendera Indonesia ini melayani rute Surabaya–Banjarmasin sejak Juli 2026.

Menurut Kepala Basarnas, kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 10.13 WIB, dengan tujuan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Menjelang tengah malam, awak kapal melaporkan kepada pemilik kapal bahwa mereka menghadapi cuaca buruk. Sejam kemudian dilaporkan kapal miring, dan sejam setelahnya komunikasi terputus, sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu, 13 September. Kapal ditemukan terbalik dan tenggelam di perairan Masalembu, Laut Jawa, setelah kru sempat mengaktifkan suar darurat EPIRB. Selain 213 penumpang dan 30 kru, kapal mengangkut 89 unit kendaraan. Polda Kalsel telah menetapkan empat tersangka pada 2 Oktober, sedangkan penyebab pasti tenggelamnya kapal belum dipastikan dalam laporan yang dihimpun.(IWA)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *