“Enggak Mungkin Saya Jadi Kadis Pendidikan”: Dirut RSUDAM Jawab Kabar Digeser Jelang Pelantikan

Dikabarkan digeser jelang pelantikan eselon II Pemprov Lampung, Dirut RSUDAM Imam Ghozali menjawab: “Di mana pun ditempatkan, fine.”

@Iwa Perkasa

“Enggak mungkin pulalah saya jadi Kepala Dinas Pendidikan.” Kalimat itu meluncur dari Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM), Imam Ghozali, ketika ditanya soal kabar dirinya bakal diganti. Jawaban itu keluar hanya beberapa jam sebelum Pemprov Lampung melantik pejabat eselon II, Selasa (6/10/2026) pukul 14.00 WIB.

Imam tidak membenarkan kabar tersebut, tetapi juga tidak membantahnya. Seusai memaparkan aplikasi E-Pukhi, inovasi pelayanan RSUDAM, di hadapan Komisi V DPRD Lampung, ia memilih menjawab dengan nada pasrah.

“Karena saya adalah abdi negara, di mana pun saya ditempatkan, fine. Basic saya adalah dokter anestesi,” ujarnya.

Bagi Imam, penempatan ASN semestinya tetap mempertimbangkan kompetensi. Karena itu ia menegaskan, dengan latar belakangnya sebagai dokter anestesi, dirinya tidak mungkin ditempatkan di dinas pendidikan. Soal jabatan, ia mengaku tidak mempersoalkan selama masih bisa mengabdi sesuai kapasitasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, Rendi Riswandi, membenarkan bahwa pelantikan yang dirangkai dengan mutasi pejabat eselon II memang akan digelar siang ini. Namun ia belum mau membuka nama-nama yang akan bergeser.

“Memang nanti rencananya jam 14.00 WIB ada pelantikan. Memang ada mutasi, tapi siapa-siapa nanti kita lihat setelah pelantikan,” katanya.

Ketika ditanya soal kabar pencopotan Imam, Rendi mengaku belum mengetahuinya.

Padahal, bisik-bisik soal Imam sudah berembus sejak pekan lalu. Menjelang pelantikan eselon II pada 30 September 2026, media lokal memberitakan rumor di kalangan pejabat bahwa Imam akan digeser dari kursi direktur. Saat itu, nama mantan Direktur RSUDAM Lukman Pura, kini Staf Ahli Gubernur, disebut masuk nominasi pengganti. Di sisi lain, sumberĀ  menyebut Imam diangkat menjadi Komisaris BPJS Kesehatan. Kedua kabar itu hingga kini belum terkonfirmasi.

Imam memimpin RSUDAM sejak Mei 2025 sebagai Plt Direktur, setelah sebelumnya menjabat Wakil Direktur Bidang Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik. Wakil Gubernur Jihan Nurlela melantiknya sebagai direktur definitif pada 8 Agustus 2025.

Kini publik tinggal menunggu pelantikan siang ini. Daftar pejabat yang dilantik akan menjawab apakah kabar pergeseran Imam benar, atau hanya rumor yang berembus kencang menjelang mutasi.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *