Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi meluncurkan program baru bernama Double Teaching pada Senin (21/9/2026) untuk meningkatkan profesionalitas guru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah. Peluncuran program ini dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, dan Anggota Komisi V DPRD Lampung, M Syukron Muchtar.
@Iwa Perkasa
Apa itu Double Teaching?
Secara sederhana, Double Teaching adalah program rotasi mengajar antar-sekolah. Setiap satu bulan, guru dari satu sekolah dipindahkan sementara untuk mengajar bersama guru internal di sekolah lain. Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan pola ini dirancang membangun ekosistem pengembangan profesional guru lewat kolaborasi lintas sekolah.
“Ini adalah program untuk peningkatan ekosistem pengembangan profesional guru yang tujuannya adalah supaya guru itu mendapatkan suasana baru. Kita geser selama satu bulan, setiap satu bulan kita geser untuk melakukan pengajaran di sekolah lain bersama dengan guru internal sekolah tersebut,” kata Thomas.
Pada tahap perdana, program ini diterapkan di 17 SMA Negeri di Kota Bandar Lampung dengan melibatkan lebih dari 200 guru, dan mulai dilaksanakan pada hari peluncurannya itu juga. “Nah, Senin sudah mulai dilaksanakan Double Teaching di 17 sekolah yang ada di Kota Bandar Lampung. Baru nanti di bulan depan kita geser di kabupaten/kota,” katanya. Untuk sementara, fokusnya dibatasi pada tiga mata pelajaran: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Mengapa Pendidikan Lampung Menerapkan Program Ini?
Alasan utamanya adalah memberi guru “suasana baru” sekaligus ruang berbagi praktik mengajar yang efektif antar-sekolah. Menurut Thomas, saat guru dari sekolah berbeda mengajar bersama, mereka bisa saling bertukar pengalaman dan metode pembelajaran.
“Jadi ngajarnya bareng-bareng untuk berbagi ilmu, berbagi best practice supaya nanti saling melengkapi, saling support, kemudian saling mendukung proses pembelajaran yang paling oke, paling aktif yang bisa kita lakukan pada era hari ini,” ujarnya.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, menilai program ini sebagai bentuk keberanian dan inovasi Pemprov Lampung dalam memastikan dunia pendidikan mampu menjawab tantangan pembelajaran saat ini.
“Tentu kami dari dunia pendidikan sangat mengapresiasi. Ini sebuah inovasi dan keberanian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk memastikan bahwa pendidikan kita menjawab tantangan hari ini,” ujar Syafrimen.
Ia menjelaskan konsep double teaching sebenarnya sudah banyak diterapkan di sejumlah negara maju melalui berbagai model, seperti Teachers Expert Sharing dan Teachers Expert Model, di mana guru yang memiliki kompetensi dan pengalaman lebih kuat tidak hanya mengajar di sekolahnya sendiri, tetapi juga berbagi pengetahuan dan praktik pembelajaran di sekolah lain.
“Kalau kita lihat di negara-negara maju, ada macam-macam, ada namanya Teachers Expert Sharing, ada namanya Teachers Expert Model. Double teaching ini sebenarnya sudah banyak dipraktikkan,” pungkasnya.
FKIP Dilibatkan Khusus untuk Matematika
Khusus mata pelajaran Matematika, Disdikbud Lampung turut menyiapkan kolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Thomas mengatakan tim dosen tengah dipersiapkan untuk mendampingi langsung proses pembelajaran Matematika di sekolah.
“Khusus matematikanya nanti akan dibantu juga oleh FKIP. Lagi menyiapkan tim, lagi susun tim dosen-dosen yang peduli pendidikan, yang mengerti dan paham terkait dengan bagaimana mengajar matematika dengan mudah,” ujarnya.
Tim tersebut nantinya akan diterjunkan ke sekolah-sekolah di Bandar Lampung untuk membantu guru mengembangkan metode pembelajaran Matematika yang lebih mudah dipahami siswa. “Itu nanti akan kami masukin juga, akan kami hadirkan juga di sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandar Lampung supaya matematika kita ke depan makin baik,” katanya.
Syafrimen menambahkan, program ini berpotensi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Lampung, terutama melalui proses berbagi pengalaman dan praktik mengajar antarguru sebelum program diperluas ke kabupaten/kota lain mulai bulan depan.
