Amit-Amit! Harga Pangan dan Energi Bisa Terus Menekan Daya Beli, IMF Beri Peringatan

IMF memperingatkan lonjakan harga pangan dan energi dapat menekan daya beli selama bertahun-tahun. Masyarakat berpenghasilan rendah paling rentan terdampak.

@Iwa Perkasa

JAKARTA – Harga pangan dan energi yang melonjak bukan hanya membuat belanja rumah tangga semakin mahal. Dampaknya bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan setelah kenaikan harga mulai mereda. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan, krisis biaya hidup yang berulang dapat memperburuk kemiskinan dan membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kajiannya, IMF menjelaskan bahwa setelah krisis harga terjadi, harga kebutuhan pokok cenderung bertahan tinggi. Artinya, meskipun laju kenaikan harga mulai melambat, harga barang yang sudah telanjur mahal belum tentu kembali turun.

Bagi masyarakat, dampaknya sederhana tetapi berat. Uang belanja yang sebelumnya cukup untuk membeli beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya kini harus dikeluarkan lebih banyak. Jika pendapatan tidak ikut naik, masyarakat terpaksa mengurangi belanja atau mengorbankan kebutuhan lain.

Kelompok berpenghasilan rendah paling rentan karena sebagian besar pendapatan mereka digunakan untuk kebutuhan pokok. Kenaikan harga pangan dan energi juga bisa mengurangi kemampuan keluarga membiayai pendidikan, kesehatan, dan menabung untuk keadaan darurat.

IMF juga mengingatkan bahwa tekanan harga dapat membuat inflasi lebih sulit dikendalikan. Jika masyarakat dan pelaku usaha memperkirakan harga akan terus naik, tekanan tersebut bisa bertahan lebih lama dan mempersulit upaya pemulihan ekonomi.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan pengendalian harga dan bantuan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang tepat sasaran menjadi penting agar keluarga rentan tidak menanggung beban kenaikan biaya hidup sendirian.

Peringatan IMF ini mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan atau angka inflasi. Pemerintah juga perlu melihat apakah masyarakat masih mampu membeli kebutuhan pokok dengan pendapatan yang mereka miliki.

Sebab, harga yang terus mahal bukan sekadar persoalan angka inflasi. Bagi masyarakat, itu berarti uang belanja semakin sedikit, kebutuhan harus dikurangi, dan kehidupan semakin berat.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *